Arsip Tag: Motivasi

Senjata Makan Tuan – Renungan Islam


Rokok - Renungan Islam - Mixer Roti
Rokok - Renungan Islam - Mixer Roti

Sepuluh tahun yang lalu, aku menikah dengan seorang pemuda perokok tanpa kuketahui bahwa ia merokok…meskipun ia adalah orang yang berwawasan dan memiliki perilaku yang baik. Ia juga menjaga shalatnya, yang membuatku mencintainya. Hanya saja aku telah merasakan siksaan yang luar biasa akibat kebiasaan merokoknya. Baunya yang busuk menyebar di tubuh dan pakaiannya. Aku berusaha agar ia dapat meninggalkan kebiasaan buruk itu, dan ia selalu berjanji padaku. Namun ia selalu saja menunda dan menunda…

  Lanjutkan membaca Senjata Makan Tuan – Renungan Islam

Renungan Islam | Jamaah dan Essensi Persatuan Umat (2)


A. Identitas Anggota Jamaah

Ibarat pohon yang akarnya menghunjam kuat dan daunnya rimbun mencakar langit. Demikian pula dengan jamaah, akarnya adalah tauhid, batangnya adalah persaudaraan, daunnya adalah zikir, dakwah adalah bunganya yang semerbak penuh kasih, dan akhirnya bersiaplah memetik amal prestatif yang akan memberikan rahmat bagi alam sekitarnya (rahmatan lil ‘alaamin).

Ciri atau karakter orang mukmin yang berhimpun dalam jamaah tersimpulkan dalam sepuluh mutiara akhlak orang beriman yang akan diuraikan berikut sebagai bahan renungan bagi yang ingin mengembangkan kehidupan rohaninya dari seorang muslim menjadi mukmin. Sepuluh mutiara akhlak mukmin itu di antaranya sebagai berikut:
1. Berpikir dan bertindak sesuai dengan petunjuk dan wawasan Al-Qur’an (Quranic Oriented).

2. Melaksanakan hijrah dan jihad dengan penuh rasa tanggung jawab dan keikhlasan.

3. Tampak semangat persaudaraannya diantara sesama mukmin yang sangat kental dan penuh kasih.

4. Sangat menghargai keputusan musyawarah, selalu bertindak amanah menjaga keluhuran budi, indah akhlaknya, dan selalu ingin memberikan uswah atau keteladanan yang Qur’ani.

Lanjutkan membaca Renungan Islam | Jamaah dan Essensi Persatuan Umat (2)

Renungan Islam | Nasehat Bagi yang Belum atau Sudah Menikah


SEBUAH RENUNGAN
Semoga bermanfaat.

Renungan Islam
Bismillahirrahmanir rahiim …
Dengan kerendahan hati, mari kita simak pesan-pesan Al Qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya. Nasehat ini untuk semuanya. Baik untuk mereka yang telah memiliki arah. Bagi mereka yang belum punya arah. Atau bahkan yang tak punya arah sekalipun. Nasehat ini untuk semuanya. Semua yang ingin mendapat dan meraih kebaikan.

Nikah itu ibadah. Nikah itu suci … ingat itu. Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena keturunan, bisa karena kecantikan, ketampanan, dan bisa karena agama. Jangan engkau jadikan harta, kecantikan, dan keturunan sebagai alasan karena itu akan menyebabkan celaka. Jadika agama sebagai alasan. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta.

Namun, jika cinta engkau jadikan satu-satunya landasan, maka keluargamu akan rapuh. Mudah terombang-ambing dan hancur kemudian. Jadikanlah Allah sebagai landasan. Niscaya kau akan selamat. Tidak saja di dunia, tapi juga di akhirat. Jadikan ridho Allah sebagai tujuan. Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai. Insyaallah …….

Untuk calon suami yang sholih …

Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam istanamu. Disambut isteri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Lanjutkan membaca Renungan Islam | Nasehat Bagi yang Belum atau Sudah Menikah

Keutamaan Niat


Umar bin Khathab ra. berkata, “Amal yang paling utama adalah melaksanakan kewajiban dari Allah azza wa jalla, bersikap wara’ (*1) terhadap yang diharamkanNya, dan meluruskan niat untuk mendapatkan pahala di sisi Allah azza wa jalla.

Sebagian ulama salaf berkata, “Betapa banyak amalan kecil menjadi besar karena niat. Betapa banyak pula amalan besar menjadi kecil karena niat.

Yahya bin Abu Katsir berkata, “Pelajarilah niat! Sesungguhnya niat itu lebih dapat menyampaikan kepada tujuan daripada amal.”

Suatu ketika Ibnu Umar mendengar seseorang berucap di awal ihramnya, “Ya Allah sesungguhnya aku akan menunaikan haji dan umrah.” Ibnu Umar bertanya, “Apakah kamu hendak mengajari orang-orang? Bukankah Allah mengetahui apa yang ada pada dirimu?” (*2)

Yang demikian itu, karena niat adalah kehendak hati. Tidaklah diwajibkan melafalkannya dalam ibadah. (*3)

:::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::::

(*1) Simak sikap wara’ Abu Ishaq As-Syairazy. Suatu hari ia memasuki masjid untuk makan seperti biasanya. Ia beranjak pergi dan uangnya tertinggal satu dinar di sana. Di tengah jalan barulah ia ingat, dan tidak menyentuhnya sambil berkata, “Jangan-jangan ini dinar orang lain, dan bukan dinarku.” Demikian termuat dalam Tahdzibul Asma-nya An-Nawawiy I/173

(*2) Riwayat ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Rajab Al_Hambaliy dalam Jami’ Al-Ulum wal Hakim hal. 19

(*3) Pendapat ini berbeda dengan pendapat beberapa ulama madzhab Hanafi, Syafi’i, dan Hambali.

 

dikutip dari buku Best Seller – Penerbit Pustaka Arafah

“Tazkiyatun Nafs”

Konsep Penyucian Jiwa Menurut Ulama Salafushshalih

hal. 20

Makna Kuat


Alhamdulillahirobbil’alaimin,
Allah yang Maha Kuasa, yang benar-benar total sepenuhnya berkuasa atas segala hal, dan tidak pernah dimintai pertanggungjawaban. Allah Maha Adil, jadi apapun yang ditimpakan kepada kita pasti sempurna dan kita tidak layak kecewa. Kecewa dapat saja kita rasakan jika kita salah dalam menyikapinya. Yakinkanlah bahwa perhitungan Allah tidak semata-mata di dunia tetapi adalah persiapan menuju surga.
Tetap optimis dan selalu bersikap husnudzon kepada Allah akan membuat hidup kita nyaman. Hidup ini terlalu singkat jika harus disikapi dengan kecewa terhadap perbuatan Allah. Mudah-mudahan kita bisa memposisikan diri kita dengan tepat terhadap makna Al-Qowiyyu terhadap kita.

Rasulullah bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih disukai Allah daripada mukmin yang lemah walaupundalam keduanya ada kebaikan”.
Lanjutkan membaca Makna Kuat