Arsip Kategori: Dapur

Tempat Alat dan Bahan Kue


Jika Anda hobi masak atau bikin kue, tempat-tempat berikut layak Anda kunjungi sebagai tempat membeli peralatan masak. Tidak Cuma itu, toko-toko ini juga menjual beragam bahan kue, cake dan roti.

1. Nama : Toko Tania

Melati Mas Square (Samping Giant Melati Mas) Serpong

Telepon : (021) 538 4860

2. Nama : Toko Teratai

Jln. Gunung Sahari III no. 12C Jakarta Pusat

Telepon : (021) 421 9036

3. Nama : Toko New Batang Hari

Jl. Hayam Wuruk (HARCO) Pertokoan Glodok Makmur blok A no.22, Jakarta 11180

Telepon : (021)-6903169

4. Nama : Toko Cherri Alamat

Jl Pondok Kelapa Raya Blok I/14 No. 3C

Telepon : (021) 865 6043

5. Nama : La Sara

Perum. Bumi Satria Kencana, Jl. H.Noer Ali – Kalimalang Bekasi

Telepon : (021) 8840910

6. Nama : Toko Ani Alamat

Jl. Gunung Sahari I No. 5, Jakarta 10610

Telepon: (021) 421 1286 – 425 3109 – 389 04460

7. Nama : Arvian

Jl. Margorejo Indah XIV blok C no. 603 Surabaya

Telepon : (031) 843 6100

8. Nama : Handijaya

Jl. Walikota Mustajab 54 Surabaya

Nama: Toko Cherry

Ruko Sentra Eropa Blok B/27, Kota Wisata

Tlpn: 021-929 20278 – 849 35316

9. Nama : Toko Fortuna

Jl. Zainul Arifin, Jakarta Pusat

Telepon : (021) 632 2937

10. Nama : Toko Merry

Pasar Mayestik Lt.1 Blok I B18

Telepon : (021) 724 4718 – 722 1785

11. Nama : Sinar Yong

Jl. Kedungdoro No. 24-26 Surabaya

12. Nama : Toko Mira

Jl. KH. Hasyim Ashari no. 9-B Jakarta Pusat

Telepon : (021) 6329224

13. Nama : Tigerson

Jl. Kaji No. 18B, Jakarta Pusat

Telepon : (021) 632 5913, 632 5917

14. Nama : Toko ACC Senen

Proyek Pasar Senen Blok III Lt. Dasar Los DD 8/9

Telepon : (021) 421 0149

15. Nama : Bluebell

Kelapa Nias Raya (Pelepah Elok I) Blok GN1-35, Jakarta 14250

Telepon : (021) 451 7082 – 451 7083

16. Nama : Toko Rossy

Jl. Kaji No. 38A, Jakarta 10130

Telepon : (021) 632 1145 – 632 1147

17. Nama : Toko Syafina

Cawang Baru no. 432 B

Telepon : (021) 687 50675

18. Nama : Toko Kharisma

Jl. Danau Agung II Blok E3/2A No. 18, Sunter, Jakarta.

Telepon : (021)-65833931-32 , Fax: (021)-6459118

19. Nama : Toko Mira – Depok

Ruko Depok Mas B No. 3 Jl. Raya Margonda No. 42, Depok

Telepon : (021) 772 03681

20. Nama : Titan

Jl. RS Fatmawati 22A, Cilandak Barat, Jakarta Selatan

Telepon : (021) 769 2329

21. Nama : Wilton – Fatmawati

R.S. Fatmawati No. 8 Blok A, Jakarta Selatan

Telepon : (021) 720 0239 – 724 6858

22. Nama : Restomart – Kitchen Superstore

Gajah Mada Plaza Lt. III/9 Jl. Gajahmada No. 19-26 Jakarta Pusat

Telepon : (021)-633 6860 – 633 6861

23. Nama : Lowids

Ruko Bintaro Jaya Sektor 9 Blok C No.5 – Bintaro Jaya

Telepon : (021) 745 1918 – 745 2248

24. Nama : Aneka Loyang

Jl. Dewi Sartika 88 Bogor

Telepon : (0251) 378864

25. Nama : Toko Mekar Jaya

Jl. Siliwangi no. 128 B Bogor

Telepon : (0251) 310234

26. Nama : PT.Prambanan Kencana

Jl.Kaji 11A, Jakarta Pusat

Telepon : (021) 633 2127

27. Nama : Toko Puspita

Ruko Pasar Modern Blok R85-86 Sektor 1.2 BSD – Serpong Tangerang

Telepon : (021) 531 58366

28. Nama : Yoeks

Jl. Gedong Sawah 1 no. 7 Bogor

Telepon : (0251) 311436

dikutip dari : http://myhobbyblogs.com/food/2008/04/02/toko-alat-bahan-kue/

Metode membuat Adonan


Dalam pengetahuan kuliner, untuk membuat cake ternyata banyak cara yang bisa ditempuh. Metode – metode berikut ini dapat dipergunakan, diantaranya :

  1. Metode Adonan Gula
    (Sugar – batter method)
  2. Metode Adonan Tepung
    (Flour – batter method)
  3. Metode Pengadukan
    (Blending method)
  4. Metode Merebus
    (Boiled method)
  5. Metode Gula – Air
    (Sugar – water method)
  6. Proses Menyeluruh
    (All – in process)

Dari berbagai cara tersebut, metode adonan gula dan metode adonan tepung yang paling sering digunakan dalam pembuatan bermacam jenis cake. Lantas, apakah yang membedakan dari metode – metode tersebut ?

Metode Adonan Gula :

Menurut metode ini, seluruh lemak dan gula dalam jumlah yang sama semuanya dikocok hingga lembut. Lemak disini yang paling sering digunakan adalah mentega atau margarin, karena memiliki sifat yang khas pada cake.

Bila adonan telah tercampur, baru telur dimasukkan satu persatu sambil terus dikocok hingga menjadi adonan yang lembut, ringan dan halus seperti kain beludru.

Tahap selanjutnya ialah mencampurkan tepung ke dalam adonan. Bila ada bahan campuran lainnya berupa bubuk, sebaiknya dicampur langsung dengan tepung, agar benar – benar tercampur rata. Tahap ini memiliki peranan penting, karena bila terjadi sedikit kesalahan akan mengakibatkan cake menjadi rusak.

Pencampuran tepung harus dimasukkan sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga rata. Bila menggunakan campuran buah kering, sebaiknya cara memasukkannya secara bergantian.

Metode Adonan Tepung :

Menurut metode ini lemak dan sebagian jumlah tepung (yang tidak melebihi jumlah lemaknya) dikocok secara bersama – sama hingga menjadi adonan yang ringan dan halus seperti kapas. Lemak harus bersifat lembuta dan tepung harus dibubuhkan secara bertahap.

Bahan telur dan sebagian gula dengan perbandingan yang sama dikocok tersendiri hingga mengembang dan berbuih. Setelah itu, tuang dalam adonan lemak dan aduk hingga rata.

Sisa gula sebaiknya dilarutkan dengan cairan (susu atau air), kemudian campur dalam adonan tepung bersama bahan campuran lainnya seperti bahan pewangi atau bahan pewarna.

Adonan yang dibuat dengan seksama akan menghasilkan suatu kelembutan yang diinginkan untuk memperoleh cake dengan susunan yang baik. Metode adonan tepung cocok sekali untuk pembuatan cake yang sederhana saja yang tidak banyak mengandung lemak dan telur, namun sebagai penguat tambahan baking powder.

Metode Pengadukan :

Cara ini cocok untuk membuat cake yang lebih mewah yang mengandung gula lebih banyak daripada jumlah tepungnya. Biasanya untuk membuat cake semacam ini harus menggunakan jenis lemak yang diemulsikan dan tepung khusus.

Dalam cara ini lemak yang diemulsikan bersama tepung, baking powder dan garam di kocok semuanya hingga tercapai suatu kelembutan yang ringan dan halus. Gula, susu serta bahan tambahan lainnya dicampur bersama – sama, lalu dimasukkan pada campuran adonan. Telur dimasukkan teralhir,  lalu adonan diaduk secara merata.

Metode Rebus :

Cara ini digunakan untuk membuat cake Madeira dan Sponge Genoa yang mutunya tinggi.

Yang pertama – tama dilakukan adalah, melelehkan mentega atau margarin dalam wadah dengan cara ditim (menggunakan 2 panci yang berisi air mendidih), lalu angkat dan masukkan tepung semuanya, aduk terus hingga adonan kalis.

Telur dan gula dikocok hingga menjadi adonan yang lembut, lalu dituang dalam adonan tepung sambil diaduk dengan sendok kayu hingga rata. Bila adonan telah tercampur rata, lalu cetak sesuai selera.

Metode Gula – Air :

Menurut cara ini semua gula sesuai resep dan air sebanyak separuh dari jumlah gula dikocok hingga larut. Lalu tambahkan bahan baku lainnya, kecuali telur dan kocok hingga mengembang. Terakhir masukkan telur ke dalam campuran adonan sambil terus dikocok hingga rata.

Dengan cara ini adonan mengembang sempurna dan emulsinya lebih baik, sehingga cake yang dihasilkan mempunyai susunan yang lebih baik dan lebih awet.

Proses Menyeluruh :

Menurut cara ini semua bahan baku dikocok secara bersama – sama. Untuk mempercepat hancurnya bahan – bahan baku dan menghasilkan pengembangan yang sempurna, maka gunakan pengadukan berbentuk kawat spiral.

Pembuatan cake menurut cara ini memerlukan lemak yang diemulsikan dan tepung khusus untuk cake yang dibuat dari gandum lunak (soft). Bila adonan sudah tercampur rata, maka segera masukkan dalam cetak yang telah dioles dengan margarin.

Yang perlu diperhatikan, proses pengisian dalam cetakan tidak boleh sedikit demi sedikit, akibatnya akan terjadi gelembung udara (lubang – lubang) diantara bagian – bagian adonan. Pengisian pada cetakan, sebaiknya 2/3 dari tinggi cetakan, sedangkan ruang 1/3 nya disediakan untuk mengembangnya cake.(Sumber: Tabloid Lezat/Dv/Idh)

dikutip dari blog : http://rumahkusorgaku.multiply.com/journal/item/171/Tips_DaPur_6

Kenalan dengan Ragi


Umumnya dalam pembuatan penganan seperti tapai atau roti, peran bagi sangatlah penting. Lantas tahukah Anda fungsi dari masing – masing ragi ini :

  • Ragi atau dikenal juga dengan sebutan ‘Yeast’ merupakan semacam tumbuh – tumbuhan bersel 1 yang tergolong dalam keluarga cendawan.
  • Ragi akan bekerja bila ditambahkan dengan gula dan kondisi suhu yang hangat. Kandungan karbondioksida yang dihasilkan akan membuat suatu adonan menjadi mengembang dan terbentuk pori – pori.

Ada 2 jenis ragi yang ada dipasaran yaitu ragi padat dan ragi kering. Jenis ragi kering ini ada yang berbentuk butiran kecil – kecil dan ada juga yang berupa bubuk halus. Jenis ragi yang butirannya halus dan berwarna kecokelatan ini umumnya digunakan dalam pembuatan roti.

Sedangkan ragi padat yang bentuknya bulat pipih, sering digunakan dalam pembuatan tapai sehingga banyak orang menyebutnya dengan ragi tapai. Ragi ini dibuat dari tepung beras, bawang putih dan kayu manis yang diaduk hingga halus, lalu disimpan dalam tempat yang gelap selama beberapa hari hingga terjadi proses fermentasi. Setelah tumbuh jamur yang berwarna putih susu kemudian ragi ini dijemur kembali hingga benar – benar kering.

Ragi padat memiliki aroma yang sangat tajam dengan aroma alkohol yang sangat khas. Ragi tapai banyak dijumpai dipasar tradisional bagian rempah atau bumbu dapur.

Lain halnya dengan ragi kering jauh lebih praktis dalam penggunaannya. Aroma yang dihasilkannya pun tidak terlalu cocok karena memang khusus untuk pembuatan roti. Dalam penggunaannya, hampir semua orang lebih suka menggunakannya karena tinggal dicampur dengan adonan. Ragi roti bisa diperoleh dipasar tradisional, swalayan, ataupun toko bahan kue.

Manfaat dan Penggunaannya :

  • Ragi padat, selain dimanfaatkan untuk fermentasi pembuatan tapai terkadang juga untuk mengempukan ikan atau membuat pindang bandeng. Dalam penggunaannya, ragi padat harus dihaluskan sebelum ditaburkan dalam bahan lainnya.
  • Ragi kering yang terbentuk butiran dan bubuk ini bisa membuat adonan roti menjadi mengembang, empuk dan mulur.
  • Untuk pemakaiannya, ragi kering bentuknya butiran harus dicampur dengan air hangat dan gula agar terbentuk ‘adonan biang’ sebelum dicampur dengan adonan tepung.

Sedangkan ragi kering yang bentuknya butiran halus atau ragi instan, cara pemakaiannya bisa langsung dicampur dalam adonan tepung, gula, air dan bahan lainnya.

Cara penyimpanan Ragi  :

Dalam keadaan tidak terpakai, ragi membutuhkan suasana hangat agar sel – sel nabatinya tetap hidup untuk mengaktifkan kerjanya. Maka ragi – ragi ini memerlukan penyimpanan yang teliti.

Ragi padat dalam keadaan normal lebih cepat rusak dan akan kehilangan daya peragiannya jika disimpan dalam suhu 2 derajat C selama 4 sampai 5 minggu. Ragi padat harus selalu disimpan ditempat dingin (lemari es).

Ragi kering yang terbentuk seperti butiran halus ini umumnya terbungkus dalam kemasan timah yang mengandung nitrogen agar tetap awet. Untuk penyimpanan tidak perlu disimpan ditempat yang dingin (lemari es), tetapi bila keadaan memungkinkan, menyimpan ragi ini ditempat dingin akan menambah kegunaan ragi.

Suhu ideal untuk menyimpan ragi kering agar awet dalam jangka waktu yang panjang adalah 7 derajat C dan perlu diperhatikan sering mungkin.

Yang perlu diingat pada saat membeli ragi, teliti tanggal kadaluwarsa pada kemasan dan pastikan kemasan dalam keadaan utuh dan kering. Khusus ragi kering, perhatikan jika kemasan sobek maka ragi sudah tidak hidup lagi dan tidak aktif dalam proses fermentasi.(Lezat/Dv/Ijs)

dikutip dari blog : http://rumahkusorgaku.multiply.com/journal/item/171/Tips_DaPur_6

Peralatan dan Bahan membuat Roti


Hanya sharing saja untuk pemula sebelum mempraktekkan resep – resep roti, ada baiknya kita memahami peralatan apa saja yang dibutuhkan :

Timbangan : Ada banyak jenis timbangan, pilihlah yang akurat, dimana angkanya mudah terbaca dan gerakan jarum penunjuknya benar dan stabil. Atau, jika ingin lebih akurat, Anda bisa menggunakan timbangan digital. Tanpa timbangan yang akurat, jangan harap roti yang dihasilkan seperti yang diharapkan.

Mixer : Mixer berbagai merek banyak dijual dipasaran. Umumnya ada 2 macam yaitu hand mixer dan stand mixer. Hand mixer bekerja dipegangi oleh tangan kita. Sedangkan stand mixer bisa bekerja sendiri, karena dilengkapi dengan wadah adonan yang bisa berputar dan penyangga yang semuanya menyatu dengan mixernya. Untuk membuat roti pilih baling – baling yang bentuknya spiral.

Gelas Ukur : Digunakan untuk mengukur bahan cair seperi air atau susu cair. Tempatkan gelas ukur diatas permukaan yang datar. Pada gelas ukur biasanya ada tulisan cup, cc atau ml. Nah, untuk mengukur cairan gunakan cc atau ml.

Sendok Ukur : Fungsinya hampir sama dengan gelas ukur. Banyaknya jenis sendok makan yang dimiliki setiap rumah tangga sehingga tidak dapat dijadikan ukuran yang standar. Ukuran yang sering digunakan, diantaranya 1 sendok teh hingga 1/8 sendok teh.

Spatula : Ada banyak ukuran spatula sesuai kebutuhannya. Biasanya terbuat dari bahan plastik dan karet yang fleksibel. Digunakan untuk mengaduk adonan setelah dikocok dengan mixer dan untuk memindahkan adonan.

Oven : Oven yang digunakan bisa oven gas atau oven listrik. Jika tidak ada keduanya, bisa juga menggunakan oven gembreng yang terbuat dari seng yang harus dipanaskan diatas kompor. Setiap jenis dan merek oven memiliki sifat yang berbeda, oleh karena itu kenalilah dengan baik oven Anda. Misalnya, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mecapai suhu tertentu.

Rak Pendingin : Digunakan untuk mendinginkan atau mengeluarkan semua udara dalam cake setelah keluar dari loyang pembakaran.

Kertas : Ada baiknya gunakan kertas khusus alas roti. Ini untuk memudahkan mengeluarkan roti setelah di oven dari pembakaran. Untuk ukuran, tergantung dari besar kecil loyang atau cetakan.

Kuas : Kuas ini bentuk dan ukurannya juga bervariasi. Biasanya digunakan untuk mengoles loyang dengan margarin atau minyak.

Rolling Pin : Yang dimaksud dengan alat ini adalah penggilingan, bisa terbuat dari kayu atau kombinasi marmer. Fungsinya bukan hanya untuk menipiskan tapi juga untuk mengeluarkan udara pada adonan roti yang telah mengembang.

Pastikan, alat yang digunakan cukup akurat sehingga roti yang dihasilkan seperti yang diharapkan. Selain alat, perhatian juga pemilihan bahananya, diantaranya :

Tepung : Pada umumnya tepung terigu merupakan tepung yang paling sering digunakan untuk membuat roti, karena kandungan proteinnya cukup tinggi. Saat diadoni, protein akan berubah menjadi gluten yang kemudian akan memberi tekstur yang bagus pada roti. Jadi, makin tinggi proteinnya, makin bagus pula roti yang dihasilkan.

Tapi tak jarang pula, untuk mendapatkan roti yang lembut, banyak para baker mencampurkannya dengan tepung terigu yang proteinnya sedang.

Ragi : Bahan pengembang yang paling popular untuk roti ini, ada 3 jenis yakni :

  1. Ragi basah, aromanya lebih tajam sehingga roti yang dihasilkan lebih khas baunya, namun  penggunaannya  kurang pas.
  2. Ragi kering, begitu juga dengan ragi jenis ini, pemakaiannya cukup ribet karena harus dimasukkan kedalam air dulu.
  3. Ragi instan, jauh lebih praktis dan penggunaannya cukup mudah karena tinggal diaduk dalam adonan.

Gula : Adonan roti yang menggunakan ragi, harus menggunakan gula. Mengapa ? Karena gula berfungsi mengaktifkan ragi. Tidak hanya itu saja, gula juga membuat warna roti lebih cokelat. Macam gula yang bisa digunakan, ada gula pasir, brown sugar, madu atau sirup gula.

Garam : Dalam penggunaanya yang sedikit, penambahan garam pada adonan sangat besar fungsinya selain memberi rasa asin. Saat memasukkan garam, sebaiknya jangan dicampur dengan ragi karena akan menghambat kerja ragi.

Telur : Tidak bisa dipungkiri, roti yang menggunakan telur akan terasa lezat disbanding yang tidak menggunakan. Banyak orang cenderung menggunakan kuning telur ketimbang putihnya. Karena, rasa roti akan lembut dan warna kuningnya akan lebih menarik.

Lemak : Yang sering digunakan adalah margarin atau mentega, khusus roti buatan Italia biasanya menggunakan minyak salad. Bahan ini akan membuat roti lebih kaya rasa dan juga lebih lembut. Bahan minyak juga sering digunakan sebagian orang kita terdahulu, karena fungsinya bisa membuat roti empuk.

Cairan : Bisa menggunakan air ataupun susu cair, karena fungsinya sama – sama melembutkan roti. Lebih baik gunakan cairan dingin, karena membantu mempercepat pengkalisan adonan.(Tabloid Lezat/Dv).

dikutip dari blog: http://rumahkusorgaku.multiply.com/journal/item/171/Tips_DaPur_6

Macam Tepung


tepung
tepung

1. TEPUNG TERIGU (WHEAT FLOUR)
Dibuat dr biji gandum-wheat yg dikupas dan
dihaluskan.dibedakan atas kandungan protein
(gluten)nya. Gluten ini mempengaruhi hasil olahan,
karena itu diperlukan jenis tepung terigu yg sesuai
utk makanan tertentu.

TEPUNG TERIGU BERPROTEIN TINGGI.
Kandungan proteinnya >12,5%. Banyak dipakai utk jenis
makanan yg dalam proses pembuatannya memakai
ragi.Adonan yg dibuat akan membentuk kerangka utk
menyimpan gas. Krn daya serap yg tinggi thd cairan,
glutennya akan mengembang dan membentuk adonan yg liat
dan elastis.Contohnya, roti atau donat.
Tepung jenis ini jg dipakai pd pembuatan mie
(basah/kering), jg cocok utk membuat daging
sintetis/tiruan utk vegetarian.
Contoh : merk Cakra Kembar, Kereta Kencana, Cakra
Kembar Emas (Bogasari) dan Tali Emas

Lanjutkan membaca Macam Tepung